Peserta upacara adalah seluruh sivitas akademika UIN Gus Dur mulai dari unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, pegawai serta perwakilan dari mahasiswa. Pada peringatan Hari Santri Tahun 2024 ini Kementerian Agama Republik Indonesia mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”. Momen ini mengenang perjuangan santri dan resolusi jihad dalam meraih kemerdekaan Indonesia sehingga perlu untuk diteladani oleh seluruh sivitas akademika UIN Gus Dur.
Dalam amanatnya, Rektor UIN Gus Dur melalui Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Drs. Moh. Muslih, Ph.D., mengutip sambutan dari Menteri Agama pada upacara Peringatan Hari Santri 2024 bahwa Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren. Hari Santri adalah milik semua golongan. Hari Santri adalah milik seluruh elemen bangsa yang mencintai negaranya.
Pada kesempatan itu, inspektur upacara Drs. Moh. Muslih, Ph.D., mengajak untuk memperkuat komitmen kita semua, khususnya santri dalam mewujudkan cita-cita bangsa. “Santri harus percaya diri karena santri bisa menjadi apa saja. Santri bisa menjadi presiden, dan kita punya presiden yang berlatar belakang santri, yaitu KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang menjadi nama dari kampus kita UIN Gus Dur Pekalongan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Drs. Moh. Muslih, Ph.D., mengatakan bahwa kita memiliki tugas untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu yang berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. “Jika para pendahulu telah mewariskan nilai-nilai luhur untuk bangsa, maka santri masa kini bertanggung jawab untuk tidak sekadar menjaganya, melainkan juga berkontribusi dalam membangun masa depan masyarakat yang lebih baik,” jelas beliau.
Sebelumnya, peringatan Hari Santri Nasional 2024 di UIN Gus Dur juga menggelar acara Manaqib dan Maulid, Khotmil Qur’an, serta Dzikir Kebangsaan dan Tasyakuran APT Unggul pada 21 Oktober 2024 di Gedung Student Center, Kampus II Kajen.
Penulis: Serin Himatus Soraya
Editor : Anik Maghfiroh

