Humas
Jakarta (01/09) – Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) mencatatkan diri sebagai peserta terbanyak dalam Temu Nasional (Tunas) ke-6 yang digelar bersamaan dengan Konferensi Pemikiran Gus Dur perdana. Delegasi UIN Gus Dur berjumlah 40 peserta, terdiri atas Rektor Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Wakil Rektor III Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prof. Dr. Muhlisin, M.Ag., 18 dosen, serta 18 mahasiswa aktif dan jaringan gusdurian Pekalongan.
Jakarta - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) melalui program Sekolah Pemikiran Gus Dur mendapat penghargaan sebagai sekolah perdana dalam Temu Nasional Jaringan Gusdurian. Apresiasi berupa sertifikat ini diserahkan pada acara yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 29-31 Agustus 2025. Sekolah Pemikiran Gus Dur sendiri telah diadakan sebelumnya, tepatnya pada 8-9 Juli 2025, dengan tujuan mengajak para dosen memahami sembilan nilai utama Gus Dur.
Jakarta (31/08) - Kehadiran buku Islam Garis Jenaka dalam gelaran Tunas Gusdurian 2025 menjadi penanda penting bagi lahirnya kesadaran akademik untuk merawat dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur. Buku ini merupakan karya kolektif dosen-dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan(UIN Gus Dur) yang sebelumnya mengikuti Sekolah Pemikiran Gus Dur yang merupakan sekolah pemikiran pertama di Indonesia yang secara khusus diikuti para akademisi.
Jakarta (31/08) - Sebanyak 18 dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menoreh prestasi membanggakan dalam acara Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian & Konferensi Pemikiran Gus Dur 2025. Mereka secara resmi telah lulus Sekolah Pemikiran Gus Dur (SPGD) dan menerima sertifikat kelulusan yang diserahkan di akhir acara tersebut. Para dosen setelah pendampingan intensif dari mentor, berhasil menyusun dan menerbitkan buku kolektif yang berjudul “Islam Garis Jenaka” yang mengangkat pemikiran Gus Dur dari berbagai perspektif. Buku ini sebagai bentuk kontribusi intelektual dan juga media untuk meneruskan nilai-nilai Gus Dur kepada generasi muda.

